IKLAN

Tukang Sapu Ini Bertahan 30 Tahun, Gaji Pas-pasan


MANADO-30 tahun mengadu nasib tukang sapu di Pemerintahan Kota Manado yakni pada Dinas Kebersihan Manado, Ibu Tine Lule (30) warga Wonasa Kapleng Lingkungan Satu Kecamatan Singkil bertahan pada dingin dan panasnya jalanan situasi sekarang ini.

BERTAHAN: Tukang sapu saat lakukan pembersihan sampah di pertokoan Jl Lembong pusat kota Manado, Selasa (15/9) (Foto:Kandi/manadoline)

BERTAHAN: Tukang sapu Tine Lule  saat lakukan pembersihan sampah pukul 06.00 Wita tadi pagi, di pertokoan Jl Lembong pusat kota Manado, Selasa (15/9) (Foto:Kandi/manadoline)

Tine sapaan akrabnya kepada www.manadoline.com Selasa pagi (15/9) mengatakan hampir 500 tukang sapu di Manado yang hampir lanjut usia (lansia) tinggal beberapa orang termasuk dirinya.

“30 tahun sebagai tukang sapu, walupun gaji Rp 2 juta dari dua tahun lalu sampai saat ini belum naik-naik, tapi saya dan suami juga tukang sapu bertahan,”curhat Tine.

Merasa fisik kuat, tak menghalangi ketekunannya setiap pagi dari pukul 03.30-07.00 Wita dan sorenya pukul 15.00-17.00 Wita mengelilingi pertokoan sampai rumah makan kampung China Kecamatan Wenang.

Patut dicontoh warga, sambil berharap masa kerja pengabdian selama 30 tahun ada penghargaan dengan menaikkan gaji bersama teman-teman se-profesinya,”harap Tine. (srikandipangemanan)

IKLAN
loading...