IKLAN

HADAPI MEA, WALI KOTA BEKALI 662 MAHASISWA UNPI JADI KAUM INTELEKTUAL


Mari Persiapkan SDM Menghadapi MEA

MANADO – Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015 mendatang. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut diundang menjadi pembicara didepan ratusan calon Mahasiswa UNPI Manado

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut diundang menjadi pembicara didepan ratusan calon Mahasiswa UNPI Manado

Ini akan mempengaruhi banyak orang, terutama pekerja yang berkecimpung pada sektor keahlian khusus. MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya.

 

Ada 3 Pilar Bangun Kota Manado agar Tidak Terpengaruh Pasar Bebas Asean

BERBAGAI profesi seperti tenaga medis boleh diisi oleh tenaga kerja asing pada 2015 mendatang. Sulut, khususnya Kota Manado sebagai Ibukota Provinsi dipastikan ikut kena dampak dari pasar bebas Asean ini. Imbasnya, jika Manado tidak diantisipasi sejak dini terkait SDM-nya, tidak menutup kemungkinan pekerja dari Negara Asean lain akan menguasai Kota Manado.

662 calon Mahasiswa UNPI Manado jurusan Keperawatan antusias mendengar pemaparan Wali Kota GS VIcky Lumentut tentang perekomian kedepan Bangsa Indonesia serta program-program Pemkot Manado di bidang pendidikan.

662 calon Mahasiswa UNPI Manado jurusan Keperawatan antusias mendengar pemaparan Wali Kota GS VIcky Lumentut tentang perekomian kedepan Bangsa Indonesia serta program-program Pemkot Manado di bidang pendidikan.

Ini yang menjadi kekuatiran Wali Kota, GS Vicky Lumentut. Tak heran saat diundang acara pembukaan dan pembekalaan 662 calon Mahasiswa jurusan Keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado di Restoran Santo Joseph, Rabu (19/8), GSVL, sapaan Wali Kota terus menekankan, warga Manado harus benar-benar punya intelektual, terutama pelajar dan mahasiswa.

 

Support SDM Hadapi Persaingan MEA, Pemkot Manado Ringankan Biaya Pendidikan

MENURUT Wali Kota GSVL, menghadapi pasar bebas Asean, yang diperlukan adalah intelektual. “Menghadapi pasar bebas Asean atau MEA ini, torang harus punya intelektual. Kalian harus menjawab dengan bekerja pengorbanan orang tua kalian sampai bisa duduk di bangku mahasiswa. Harus ada niat, kemauan dan spirit untuk terus belajar,’’ kata GSVL memberi motivasi kepada ratusan calon mahasiswa tersebut.

Wali Kota GS Vicky Lumentut diminta memasang kelengkapan pembekalan secara simbolik kepada salah satu calon mahasiswa UNPI

Wali Kota GS Vicky Lumentut diminta memasang kelengkapan pembekalan secara simbolik kepada salah satu calon mahasiswa UNPI

Pemkot Manado sendiri, kata GSVL dalam acara yang ikut dihadiri Ketua Yayasan UNPI Manado, F.A Rende, Rektor UNPI, Yan W.G Polii dan sejumlah dosen, akan mensuppor meringankan biaya pendidikan yang dialokasikan di APBD. “Kami sudah ada program di bidang pendidikan. Khusus perguruan tinggi itu ada. Akan dibantu per kecamatan nanti pihak kecamatan yang seleksi. Begitu juga per kelurahan akan diseleksi 3 orang kami support biaya pendidikannya lewat APBD khusus S2,’’ ujar Ketua Umum APEKSI yang membawahi 89 Wali Kota se Indoensia ini.

Program ini dilakukan Pemkot Manado termasuk mengantisipasi pemberlakuan pasar bebas Asean atau MEA. Bahkan, GSVL sendiri telah merumuskan ada 3 pilar saat ini untuk membangun Kota Manado kedepan. “Pertama perguruan tinggi. Penelitian-penelitian mereka akan dibutuhkan. Kedua pemerintah. Karena dari penelitian-penelitian itu pemerintah akan buat regulasi. Terakhir pihak swasta. Sebab, berdasarkan regulasi tadi, pemerintah akan bekerja sama pihak swasta untuk bangun Kota Manado,’’ pungkas GSVL. (anto/lipsus)

 

 

 

 

 

IKLAN
loading...