IKLAN

Warga Lihunu, Libas dan Ehe Dukung Perusahaan PT MMP Beroperasi di Minut


MANADO-Giatnya Panitia Khusus (Pansus) bersama dengan tim Pokja melakukan pembahasan Ranperda Zonasi, terus mendapat perhatian serius dari masyarakat Minahasa Utara.

Para Hukum Tua dan toko agama saat menyampaikan aspirasi di DPRD Sulut, Selasa (14/6)

Para Hukum Tua dan toko agama saat menyampaikan aspirasi di DPRD Sulut, Selasa (14/6)

Seperti yang terjadi Selasa (24/6) ada beberapa masyarakat dari Desa Ehe, Lihunu dan libas mendatangi kantor DPRD Sulut tepatnya bertemu dengan Pansus Zonasi.

Dari pantauan harian ini, masyarakat dari tiga desa ini diwakili oleh Rohayati Sentinuwu perwakilan toko agama, Pance Yohan Hukum Tua Ehe, Abdel V Tukunang  Hukum Tua Lihunu serta Hukum Tua Libas Imanuel V Tinungki mengharapkan pertambangan yang ada dipulau Bangka dapat dilanjutkan.

Para warga ini diterima langsung oleh Ketua Pansus Edwin Lontoh dan Wakil Ketua Eddyson Masengi di ruang Komisi III.

Dalam pertemuan tersebut toko agama dan Hukum Tua dari ketiga Desa tersebut mengharapkan agar DPRD dapat memperjuangkan agar pertambangan biji besi yang dikelolah oleh PT Migro Metal Perdana (MMP) dapat dilanjutkan.

Pance Yohan Hukum Tua Ehe, Abdel V Tukunang  Hukum Tua Lihunu serta Hukum Tua Libas Imanuel V Tinungki membeberkan, bahwa dengan adanya pertambangan PT MMP kesejahtraan di tiga desa mulai meningkat.

” Dengan adanya tambang biji besih, banyak masyarakat yang dipekerjakan di perusahaan tambang. Duluhnya di Desa Lihunu, Ehe, Libas dapat dihitung dengan jari anak-anak yang bisa mengenyam pendidikan ke tingkat Perguruan Tinggi, sekarang sudah banyak,” tegas Lance Yohan Hukum Tua Desa Ehe yang ikut dibenarkan oleh toko agama Rohayati Sintinuwu.

Lanjut para aparat desa ini, bahwa masyarakat yang ada areal pertambangan sebagian besar menyetujui adanya  pertambangan di kawasan pulau Bangka.

“Masyarakat  sebagian besar setuju. Apalagi PT MMP sudah memiliki ijin meskipun masih ada yang akan dilengkapi. Dan yang datang melakukan aksi demo pada tanggal 9 Juni yang lalu itu sebagian besar bukan warga Ehe, Lihunu dan Libas,” jelas Tinungki Hukum Tua Libas.

Mendengar penjelasan dari warga, Lontoh menyatakan semua aspirasi akan ditampung. Dan kemungkinan masyarakat dan pihak perusahaan PT MMS  akan kami undang hearing nanti. (mom)

IKLAN
loading...