IKLAN

Waspada Teroris Menyusup ke Sulut, BNPT Sosialisasi SOP Pengawasan Wilayah Perbatasan


image

Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Dr. Saud Usman Nasution, SH. MM dan Penjabat Gubernur Sulut, Sony Sumarsono foto bersama peserta sosialisasi SOP pengawasan teroris di wilayah perbatasan yag berlangsung di Hotel Peninsula, Manado

MANADO – Sebagai daerah paling utara pulau Sulawesi yang berdekatan dengan Filipina, Sulawesi Utara (Sulut) dikenal sebagai pintu masuk warga negara tetangga, tak terkecuali kelompok radikal teroris.

Untuk mencegah masuknya terorisme ke Indonesia khususnya di daerah perbatasan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menggelar kegiatan Sosialisasi dengan tema SOP Pengawasan Ancaman Terorisme di Wilayah Perbatasan bertempat di Hotel Peninsula. Sosialisasi ini digelar sejak Jumat (11/12) hingga Sabtu (12/12) hari ini.

Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Dr. Saud Usman Nasution, SH. MM yang datang langsung membuka kegiatan tersebut, mengatakan dalam rangka penanggulangan tetorisme ini sebagai bagian dalam pemerintah harus memiliki konsep yang terpadu dan bersinergi sehingga bisa diimplementasikan dan dilaksanakan.

“Percuma ada konsep bagus sekalipun tapi kalau tidak mencapai apa yang diharapkan. Oleh karena itu, kesempatan inilah kita berikan masukan-masukan kepada Deputi Pencegahan khususnya untuk menampung semua aspirasi dari berbagai unsur untuk nantinya bisa memperkaya dari pada konsep ini, apalagi ini dijalankan oleh masing-masing instansi terkait”kata Saud.

Gubernur Sulut, Soni Sumarsono menyampaikan, tidak hanya di Sulawesi Utara tapi di seluruh Provinsi di daerah perbatasan juga perlu sosialisasi. Perlu ada penyelesain masalah kewarganegaraan.

“Dalam situasi ancaman terkini di NKRI kita ini di Sulut yang berbatasan langsung dengan Philipina, masalah klise dan memang sampai sekarang belum disikapi. Contohnya masalah warga yang tidak memiliki kewarganegaraan,” kata Sumarsono.

Oleh karena itu, pemprov Sulut akan bekerjasama dengan  KumHAM Manado untuk melakukan inventarisasi kewarganegaraan. “Apakah mau ikut kewarganegaraan Indonesia atau Pilipina. Itu saja intinya” ujarnya.

Peserta dalam sosialisasi itu diantaranya Kepolisian, TNI, Deputi Jendral Imigrasi, Hukum dan HAM, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Daerah Perbatasan dan masih banyak instansi terkait lainnya. (ekaputra)

IKLAN
loading...