IKLAN

Tunjangan Sertifikasi Guru Agama, Tidak Lagi Via Rekening

Wow… Dugaan Gratifikasi Merebak di Kemenag Manado


Sejumlah guru agama kristen, sedang menunggu giliran pencairan tunjangan sertifikasi di Kantor Kemenag Manado. (foto: mdlc).

Sejumlah guru agama kristen, sedang menunggu giliran pencairan tunjangan sertifikasi di Kantor Kemenag Manado. (foto: mdlc).

MANADO – Tunjangan sertifikasi untuk para guru agama di kota Manado, tidak bisa lagi diambil langsung melalui rekening para guru tersebut. Pasalnya, penyaluran hak para guru tersebut harus diambil sendiri oleh para guru kepada Bendahara Bimas Kristen.

Penyaluran tunjangan sertifikasi yang berlangsung sejak pukul 13.00 Wita, (13/02) di Kantor Kemenag Manado di jalan WR Supratman ini, nampak puluhan guru antri menunggu giliran pencairan melalui Bendahara Bimas Kristen.

Entah kebijakan dari pusat atau kebijakan sendiri dari pihak Kemenag Kota Manado, namun ditengarai kebijakan ini membuka ruang terjadinya gratifikasi pejabat negara melalui tunjangan sertifikasi para guru agama di kota Manado.

Benar saja, setelah sejumlah wartawan menelusuri keberadaan penyaluran tunjangan sertifikasi, satu persatu para guru agama masuk di ruangan Kasi Bimas Kristen untuk menerima dana sertifikasi tersebut.

“Baru skarang datang ambe langsung, tinggal tunggu torang pe nama mo pangge,” ungkap sejumlah guru yang sedang antri, saat dicecar pertanyaan sejumlah wartawan.

Bahkan para guru merasa heran, terhadap kebijakan ini karena biasanya tunjangan sertifikasi tersebut langsung ditransfer melalui rekening para guru. “Biasanya langsung pa torang pe rekening skarang so nda, tanya langsung jo pa dorang kyapa so nda direkening pa torang,” ujar seorang guru.

Ketika sejumlah wartawan hendak menemui Kasi Bimas Kristen Pdt. Raymond Piterz, M.Teol, yang berada diruangannya untuk dimintakan konfirmasinya terkait dengan sistem penyaluran ini, yang bersangkutan sementara menyalurkan dana sertifikasi kepada para guru, dibantu bendahara.

“Bapak masih sibuk. Penyaluran masih sementara dengan masih banyak, bapak belum bisa bertemu dengan wartawan,” terang seorang staf.

Sejumlah guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi, saat dicecar pertanyaan oleh sejumlah wartawan soal apakah ada potongan-potongan, berusaha menghindar dan keburu meninggalkan kantor tersebut.

Beredar kabar, bahwa penerapan sistem penyaluran tunjangan sertifikasi yang tidak lagi melalui rekening para guru, membuka ruang terjadinya potongan bahkan mengarah pada dugaan gratifikasi  kepada pejabat negara. (christian)

IKLAN
loading...