IKLAN

Woww…!!! Harga Eceran Gas Elpiji 3 Kg di Manado Tembus 45 Ribu


Seorang pembantu sebuah penjual gas elpiji di kawasan Sario sedang memuat tabung yang kosong. (foto: nto/manadoline)

Seorang pembantu sebuah penjual gas elpiji di kawasan Sario sedang memuat tabung yang kosong. (foto: nto/manadoline)

MANADO— Beberapa hari belakangan ini keberadaan gas elpiji 3 kg di pasaran mulai langka. Tak pelak, sebagian penjual mulai memanfaatkan kesempatan itu menggaet keuntungan pribadi dengan menaikkan harga eceran gas elpiji gila-gilaan.

Biasanya harga di pasaran hanya berkisar Rp18 ribu, kini naik sampai dua kali lipat. Seperti ditemukan di salah satu penjual eceran di kawasan Malalayang. Harga satu elpiji 3 Kg tembus Rp45 ribu.

Di kasawan Sario, tepatnya depan Apotik Kimia Farma, tak jauh dari SPBU, dua warung yang hanya bersebelahan bahkan menjual dengan harga berbeda. Satunya mematok Rp25 ribu, di sebelahnya malah Rp30 ribu.

Adanya permainan harga seenaknya dilakukan penjual, membuat sejumlah warga Manado, khusus ibu-ibu rumah tangga mengeluh. Mereka menjerit dengan kelangkaan elpiji ini membuat para penjual keenakan mematok harga.

“Ini harus ada perhatian pemerintah. Masak membiarkan harga elpiji dipermainkan penjual. Yang susah torang,’’ tegas Haidy, salah satu ibu rumah tangga tinggal di Malalayang I Timur.

Tak terkecuali Susan. Kepada wartawan www.manadoline.com, , IRT (Ibu Rumah Tangga) asal Sario mengeluhkan harga elpiji di kalangan penjual eceran. Dia berharap ada perhatian pemerintah untuk memantau harga yang sengaja dimainkan penjual.

“Penjual atau agen yang sengaja mematok harga seenaknya harus ditindak tegas. Pemerintah harus mencabut izin untuk para agen. Kalau tidak ada perhatian pemerintah, torang masyarakat yang susah,’’ pungkas ibu muda beranak dua ini. (anto reppy)

IKLAN
loading...