Kenapa Makan di Restoran Mahal? Ini Harus Diketahui Warga Manado soal Pajak 10%

Wali Kota Manado, Andrei Angouw rap;ay bersama Bapenda terkait pencapaian PAD Kota Manado.

MANADO – Rumah makan restoran kini makin menjamur di Kota Manado. Maklum, masyarakat Manado tipe orang penasaran jika tak mencicipi sajian menu jika ada rumah makan baru.

Tapi tak sedikit mencemooh usai makan kalau restoran atau rumah makan itu menunya kemahalan. Mungkin masyarakat lupa kalau ada tanggungan pajak di setiap restoran atau rumah makan.

Pajaknya berapa? 10% saja. Nah, pajak ini ditanggung setiap konsumen yang menikmati makanan di setiap restoran tersebut. Pajak itu harus disetor kepada pemerintah kota manadio lewat Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

Akankah pengusaha restroran mengikuti aturan itu? Selasa (20/9/2022), Wali Kota Manado Andrei Angouw didampingi Sekda, Mikler Lakat rapat evaluasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) bersama Bapenda.

Wali Kota membahas soal pajak restoran dengan mengetahui omsetnya berapa. Bagi AA pajak restoran bukan milik pengusaha restoran tapi itu adalah milik rakyat yang masuk ke kas pemerintah dalam bentuk pengenaan Pajak Restoran sebesar 10 Persen.

“Jadi yang bayar pajak ini adalah konsumen yang dititip ke mereka (Pengusaha Restoran), bukan diambil ke mereka (Konsumen),” kata Walikota.

Bagi Walikota hal ini perlu diketahui oleh pihak Restoran agar ada pemahaman bersama dengan Pemerintah bahwa Pajak Restoran sebesar 10 persen ini berasal dari konsumen yakni masyarakat yang makan direstoran tersebut.

Walikota mencontohkan manajemen pengelolaan sebuah Restoran yang mempekerjakan 10 karyawan misalnya. Dari analisis Walikota sudah bisa diketahui besaran omset restoran tersebut berapa besar sehingga tentunya dapat menghitung besaran pajak restorannya sebesar 10 persen dari omset.

“Diharapkan restoran-restoran ini bisa diidentifikasi supaya nantinya akan diundang untuk persamaan persepsi sehubungan dengan pengenaan Pajak Restoran sebesar 10 persen,” ungkap wali kota. [*/anr]