Kos-kosannya Dituding Tak Ber-IMB, Ketua PN Manado Ngaku Heran, “Silakan Cek ke PTSP, Lagian Tak Ada yang Permasalahkan”

MANADO – Meski seorang hakim, Ketua PN (Pengadilan Negeri) Manado, Djamaluddin Ismail, SH, MH tetap menghormati prosedur UU Pers buntut pemberitaan bangunan kos-kosannya dituding tak mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dia mengaku bangunan kos-kosannya yang terletak di Jl. Pomurow, Kelurahan Banjer, Kecamatan Tikala, Manado sempat dipermasaahkan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA.

Lalengke meminta Pemkot Manado membongkar bangunan kos-kosan tersebut yang berdiri di atas tanah diduga milik Satyana Liando, cucu Pahlawan Nasional John Lie karena belum mengantongi IMB.

“Silakan saja dicek ke Kadis PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Charles Rotinsulu  soal IMB itu,” kata Djamaluddin sambil mengaku pihak PTSP, Kamis (16/12/2021) siang  sudah menelpon dirinya untuk memasang kembali papan plang IMB di bangunan kos-kosan tersebut karena sebelumnya papan plang yang dipasang sudah lapuk karena sudah 11 bulan dipasang.

“Saya heran tiba-tiba saja ada pemberitaan begini. Diberitakan tanah itu milik keluarga Pahlawan Nasional seluas 70 Ha, tapi hanya saya yang diberitakan. Padahal ada masyarakat lain yang sudah membeli dan tinggal disitu kenapa tidak dipermasalahkan kalau memang tanah itu bermasalah?!,” ujar Djamaluddin.

Dia pun menceritakan kronologis tanah tersebut. Dia membelinya pada Tahun 2004. Kemudian dibangun kos-kosan setelah mengantongi IMB. “Makanya saya minta tadi silakan dicek ke PTSP. Lagi pula pemilik tanah sebelumnya tidak komplen, tidak mempermasalhkan. Kenapa kok tiba-tiba ada yang mempermasalahkan. Ini kan aneh,” pungkas Djamaludin. [anr]