Menaker Ida Fauziyah Resmikan BLK Komunitas GMAHK di Minut

MANADO-Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Dr. Hj Ida Fauziyah didampingi Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene meresmikan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas Gereja Masehi Advent Hari ke Tujuh (GMAHK) daerah Minahasa Utara-Bitung  Sulawesi Utara (Sulut) yang terletak di kawasan perkantoran Bupati Minut, Jumat (24/9/21) sore kemarin.

Didampingi Ketua Komisi IX DPR RI Felly E Runtuwene, Menaker Ida Fauziyah resmikan BLK di Minut

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Dr. Hj Ida Fauziyah dalam sambutannya mengatakan, fokus Kemenaker  adalah mendorong penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi isu yang harus kita seriusi. Kita mempunyai bonus demografi yang puncaknya 2030 -2040 dimana penduduk usia produktif akan mendominasi usia yang ada sampai tahun 2040, kurang lebih 7- persen didominasi oleh usia produktif. 

Menaker Ida Fauziyah, BLK GMAHK mengakui yang diresmikannya merupakan salah satu dari 1.114 BLK komunitas yang dibangun oleh Kemnaker RI pada tahun 2020. Sedangkan untuk pelaksanaan program pelatihan dilaksanakan tahun 2021 ini. 

“Secara total seluruh Indonesia dari tahun 2017-2020 Kemnaker membangun 2.127 BLK komunitas se Indonesia. Ini dibangun sesuai dengan komunitas keagamaan. Kalau di Sulut berbasis agama Kristen Protestan dan Kristen katolik, begitu juga di NTT dan Sumut. Sedangkan untuk Jawa kami bangun BLK komunitas Islam di pondok-pondok pesantren,” ungkap Menaker Fauziyah.

Menaker Fauziyah juga menjelaskan,  pada tahun 2020 pihaknya membangun BLK berbasis serikat pekerja/serikat buruh, karena Kemnaker menyadari serikat pekerja/serikat buruh perlu meningkatkan kompetensinya untuk desk skilling dan up skilling.

“Di tahun 2021, proses pembangunannya baru dimulai walau tak sebanyak di tahun 2020. Kemnaker akan membangun 787 BLK komunitas, yang pelaksanaan pelatihannya dilakukan di tahun selanjutnya,” ungkap Fauziyah.

Dan untuk Sulut, Menaker Fauziyah berharap dengan adanya BLK komunitas ini bisa membantu menciptakan tenaga yang kompeten untuk mendukung pengembangan KEK Bitung dan KEK Likupang yang sementara berproses.

“Jadi kami membangun, kami berikan peralatan pelatihan, instrukturnya dan paket pelatihannya. Setelah kami berikan semuanya kami berharap BLK komunitas ini menjadi BLK mandiri,” kata Menaker Fauziyah. (mom)