MJP : Pak Fanny Orang Baik, Berkualitas dan Memiliki Semangat Ke-Minahasaan

MANADO-Berpulangnya Anggota DPRD Sulut dua periode Fanny Legoh, ternyata meninggalkan kenangan yang tak bisa dilupakan oleh rekan-rekannya sesama anggota dewan.

Fanny Legoh saat menyerahkan baju adat minahasa ke Melky J Pangemanan

Pasalnya, sosok Fanny Legoh Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini adalah anggota dewan yang terbilang kritis dalam memperjuangan kepentingan rakyat terutama berkaitan dengan kebudayaan.

Selama dua periode sebagai wakil rakyat dari dapil Minahasa Tomohon, Fanny Legoh dipercayakan duduk di Komisi 4 membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Seperti yang diungkapkan rekan sekerjanya Melky J Pangemanan (MJP) bahwa
banyak masukan, motivasi dan nasehat dari beliau kepada saya sejak masuk di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Tidak sekedar narasi, namun pemikiran dan motivasi yang disampaikan, telah dimanifestasikan lebih dulu lewat tindakannya sebagai wakil rakyat. Kebersamaan sewaktu kami berada di Komisi IV tidak akan pernah terlupakan.

“Kesan saya, beliau orang baik, berkualitas, berani dan memiliki semangat ke-minahasaan yang kuat. Baginya hidup harus bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Dalam hubungan tugas sebagai wakil rakyat, selayaknya berjuang sungguh-sungguh bagi kepentingan daerah, bangsa dan masyarakat,”tutur MJP.

MJP juga mengakui pernah beberapa kali kami berbeda pendapat, namun kebijaksanaan dan kematangan beliau mampu membuat suasana tetap cair dan bersahabat.

“Paling saya ingat ketika saya meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengurangi anggaran pelaksanaan pemilihan Nyong-Noni Sulawesi Utara. Ketika itu beliau tidak setuju dan malah mengusulkan untuk menaikkan anggaran tersebut, tentu dengan berbagai pertimbangan kami masing-masing,”ucap Wakil Ketua Bapemperda ini. Sambil menyatakan, perbedaan pendapat bagi kami merupakan suatu dinamika biasa dalam berorganisasi untuk memperkaya pilihan sikap organisasi dan mendorong kemajuan di lembaga legislatif.

“Kami tidak bermusuhan dan terpecah, malah beliau merangkul dan terus mendorong saya untuk konsisten dalam garis perjuangan untuk kepentingan rakyat Sulawesi Utara. Diberbagai kesempatan saya sampai merasa “malu” terus mendapatkan apresiasi dari beliau. Saya sangat salut dengan sosok yang saya sapa “senior” om Fanny Legoh,”tambahnya.

Satu hal yang tidak bisa di lupakan MJP adalah “ole-ole” dari beliau berupa Pakaian Adat Minahasa. Beliau yang mengantar dan menyerahkan langsung Pakaian Adat Minahasa kepada saya di Tuur Ma’asering Tomohon pada 29 Januari tahun 2021.

Pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-31 Kota Bitung tanggal 11 Oktober 2021, saya dengan bangga mengenakan pakaian adat Minahasa yang beliau beri.

Senior om Fanny merupakan sosok pejuang “Tuama Minahasa” yang konsisten mengembangkan dan melestarikan nilai adat dan budaya Minahasa.

“Ada satu hal yang dititipkan dan terus diingatkan oleh beliau kepada saya. “Jang lupa beking tu Perda Kebudayaan,”kata MJP.

Pada Program Pembentukan Peraturan Daerah (PROMPEMPERDA) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2023, salah satu yang telah ditetapkan untuk dibahas adalah Ranperda tentang Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Ini perjuanganmu senior om Fanny Legoh, semoga kami dapat menuntaskannya ! Beristirahatlah dalam damai Kristus.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. (2 Timotius 4:7).

Tuhan Yesus sumber penghiburan sejati akan menghibur dan menguatkan keluarga yang berdukacita. (mom)