Pemerintah Kecamatan Tareran,Fasilitasi Aksi Sosial Bencana Abrasi Pantai Amurang

Tareran!ManadoLine.com-Bencana Alam berupa Abrasi Pantai Amurang yang menimpa sejumlah rumah warga dan fasilitas umum, menyisakan cerita duka yang mendalam khususnya bagi warga setempat. Hingga saat ini, para korban bencana masih menempati lokasi pengungsian.

Sedikitnya 33 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 210 jiwa harus mengungsi di dua lokasi akibat abrasi pantai Amurang Minahasa Selatan.

Ratusan warga ini mengungsi di Aula Gereja GMIM Centrum dan Aula Kantor Kelurahan Lewet, Kecamatan Amurang.

Sebanyak 33 rumah amblas ke laut, dan 33 kepala keluarga atau kurang lebih 210 jiwa harus mengungsi di dua lokasi, yaitu Aula Gereja GMIM Centrum dan Aula Kantor Kelurahan Lewet Kecamatan Amurang.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Tareran bersama Pemerintah Desa Lansot menggelar aksi dengan mengumpulkan dana untuk membantu meringankan beban para korban bencana.

Camat Tareran Hizkia Kondoj,S,Sos hari ini Jumat,17/6/2022 memimpin langsung aksi Sosial yang di pusatkan di Pasar 45 Lansot Tareran,dengan mengunakan alat pengeras suara (Toa) Camat Hizkia Kondoj menghimbau masyarakat yang sementara melaksanakan aktivitas di lokasi tersebut untuk dapat membantu saudara kita yang mengalami musibah bencana tersebut.

Aksi ini merupakan solidaritas dan keprihatinan kami Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa kepada para korban yang tertimpa musibah tersebut.Kegiatan ini mendapat pendampingan pihak Polsek Tareran dan Pemerintah Desa Lansot Hukum Tua Herry Sumendap.

Camat Tareran Hizkia Kondoj menambahkan,aksi yang kami lakukan saat ini,bukan hanya terpusat di lokasi pasar tersebut,namun sudah mengintruksikan kepada seluruh Hukum Tua yang ada di 13 desa se-kecamatan Tareran untuk melaksanakan pengumpulan dana, dan sudah terkonfirmasi desa-desa sudah membuka pos-pos pengumpulan dana di masing-masing desa.ucap Kondoj***(Lee)