Pimpin Rakor Bersama Camat, Lurah dan Ketling se-Kota Manado, Wali Kota; Torang Harus Berpikir Sejahterakan Rakyat

MANADO – Wali Kota Manado, Andrei Angouw didampingi Wawali, Richard Sualang, Kamis, 24 Maret 2022 mengumpulkan 11 Camat, 87 Lurah  dan 504 Ketling (Ketua Lingkungan) yang tersebar di Kota Manado dalam Rakor (Rapat Koordinasi) berlangsung di Auditorium Politeknik Negeri Manado.

Ikut mendampingi Asisten I, Herry Saptono serta ikut dihadiri sejumlah kepala dinas dan pejabat teknis terkait dari beberapa SKPD. Rakor ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui sinergitas antar instansi.

Wali kota menitikberatkan pada investasi dan perekonomian yang harus jalan  masyarakat mengalami kehidupan dalam masa-masa sulit pandemi. “Torang harus membangun dan bagaimana kita meminimalisir segala tantangan yang akan kita hadapi termasuk ancaman banjir, longsor dan lain-lain. Kita harus mencari solusi termasuk bagaimana melihat infrastruktur agar memberi kenyamanan kepada warga,” urai Wali kota.

Dia mengajak untuk berpikir mensejahterakan rakyat. “Sebab torang ada untuk bagaimana torang melayani kepentingan-kepentingan masyarakat. Makanya kita harus jadi ahli untuk diri kita sendiri dan jadi ahli untuk bidang masing-masing serta kerja-kerja kita,” saran wali kota.

Wali Kota juga menyinggung Ketua-ketua lingkungan adalah ujung tombak sehingga harus menguasai wilayahnya dan dapat mengenal warganya dengan baik. ’’Ketua-ketua lingkungan sudah tercover lewat program BPJS yakni 3 anak untuk berobat di klas I ketika masuk RS,’’ ungkapnya.

Wali Kota juga menyampaikan arti logo kota Manado dengan menjelaskan setiap gambar yang ada dalam logo tersebut termasuk memberikan gambaran tentang falsafah Sam Ratulangi Sitou Timou Tumou Tou yang ada dalam logo itu.

Ikut disampaikan soal dana lingkungan yang diperuntukkan untuk perbaikan infrastruktur. Bagi Wali Kota itu adalah program pembangunan fisik seperti pembuatan parit, jalan setapak dan lainnya pembangunan fisik, bukan bantuan dana ke lingkungan.

Soal Poskamling ikut disorot  Wali Kota bahwa semua poskamling akan dibongkar untuk menghindari penyalahgunaan kearah yang negatif. Sementara perumahan Pandu diwarning untuk dapat memanfaatkan sesuai peruntukannya dan yang punya hak akan dikembalilan ke sana.

Soal pohon-pohon dipinggir jalan yang perlu ditebang dan diremajakan agar tidak membahayakan warga atau kendaraan yang lewat. Menurut Wali Kota Camat, Lurah dan Ketua lingkungan nanti bisa berkoordinasi dengan DLH untuk hal ini.

Wali Kota juga meminta koordinasi antara Camat dan lurah bersama Puskesmas-Puskesmas soal mulai terabaikan pelayanan dasar kesehatan seperti imunisasi, masalah gizi buruk dan lain-lain karena kita disibukkan dengan penanganan pendemi virus corona.

Mengenai sampah Wali kota menyampaikan akan meningkatkan sarana dan alat-alat untuk meminimalisir masalah sampah. panjang lebar Wali Kota menyampaikan soal penanganan sampah ini seperti pengelolaannya, truk-truk sampah, alat-alat escavator.

“Dan tolong disampaikan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi mebuangnya diparit-parit atau saluran air,” warning Wali Kota.

Masalah banjir dan bagaimana menghindari ancaman banjir ini wali kota ikut menyinggung soal bangunan-bangunan dibantaran sungai, anak sungai atau diatas drainase.

Wali kota juga meminta agar ketua-ketua lingkunhan dapat mengidentifikasi saluran-saluran air dengan mencari tau dimana lokasi air keluar. Bagi Wali Kota soal lokasi air keluar itu penting agar aliran air dapat berjalan lancar dan tidak menggenangi pemukiman warga.

Soal air bersih Wali Kota menyampaikan berbagai persoalan yang rumit baik kelembagaan antara PT Air dan PDAM termasuk soal manajemen pengelolaan yang harus diatur dan nanti sepenuhnya akan dikelola oleh PDAM.

’’Saya berharap agar semua ini dapat dilaksanakan dengan baik dalam satu rampak barisan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Manado,’’ pungkasnya. [anr/lipsus]