RDP Dishub Sulut, Tumiwa Soroti Minimnya Angkutan Kendaraan Melewati Jalan Tol Manado-Bitung

MANADO-Minimnya angkutan kendaraan yang melewati jalan Tol Manado Bitung, mendapat perhatian serius dari Boy Tumiwa Anggota Komisi III DPRD Sulut.

Boy Tumiwa

Hal ini diungkapkan Tumiwa ketika Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sulut, Senin (7/2/2022).

Diakui personil Fraksi PDI Perjuangan ini, ketika Komisi III melakukan kunjungan ke jalan
tol Manado-Bitung,  pihaknya mendapatkan informasi target angkutan yang melewati jakan tol harusnya dalam sehari ada 14 ribu kendaraan, namun kenyataannya hanya kurang lebih 4 ribu dan sedikit naik di bulan Desember 7 ribuan angkutan.

Tumiwa membeberkan jika kurangnya kendaraan disebabkan mahalnya tarif masuk jalan tol.

“Saya kwatir jika angkutan yang lewat minim, akan berpengaruh pada perjuangan Pak Gubernur menghadirkan Jalan Tol Maumbi-Tomohon-Kawangkoan. Apakah ada kajian dari dinas perhubungan agar ada peningkatan,” ungkap Tumiwa.

Bahkan Tumiwa menyarankan, agar Dinas Perhubungan bekerjasama dengan pihak kepolisian agar ada solusi terbaik.

“Bisa diatur apakah kendaraan seperti konteiner melewati dijalan umum pada waktu tertentu dan selebihnya wajib melewati jalan tol,”ucap mantan Ketua DPRD Minsel ini.

Sementara itu, Kepala Dishub Sulut Izaak Rey menyatakan, pihaknya telah mengkaji bahkan berkomunikasi dengan jasa marga terkait tarif  masuk tol yang dinilai tinggi. Namun tandasnya ada hitung-hitungan tertentu jasa marga yang full bisnis.

Sedangkan terkait pengaturan bagi kendaraan konteiner yang wajib melewati tol, Rey menyatakan pihaknya tidak mendapati cantolan hukum yang  mendukung.

“Kami juga diminta oleh Pak Gubernur agar bisa dibuatkan Pergub atau Perda, namun ternyata tidak ada cantolan hukum baik undang undang lalu lintasĀ  jadi kami tidak bisa melakukan demikian dengan pihak kepolisian ,” papar Rey. Sembari menyatakan, Dishub akan terus mengkaji hal ini bersama dengan pihak terkait lainnya. (mom)