Ini 14 Tuntutan Petugas Kebersihan Manado Soal Kesejahteraan

Ketua DPC FKUI SBSI Manado, Romel Sondakh menyerahkan 14 poin tuntutan Petugas Kebersihan ke Wali Kota, GS VIcky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan
Ketua DPC FKUI SBSI Manado, Romel Sondakh menyerahkan 14 poin tuntutan Petugas Kebersihan ke Wali Kota, GS VIcky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan

MANADO – Aksi demo damai petugas kebersihan Kota Manado yang difasilitasi Dewan Pimpinan Cabang Federasi Konstruksi Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC FKUI SBSI) Kota Manado, Senin (3/4/2017) siang tadi terkesan istimewa.

Baru kali ini aksi demo diterima langsung lengkap para pengambil keputusan di Pemerintahan Kota Manado, yakni Wali Kota GS Vicky Lumentut (GSVL), Wawali Mor Bastiaan, Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone bersama anggota dewan lainnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hanny Wawowruntu, Kasat Pol PP, Xaverius Runtuwene dan para Camat.

Wali Kota GSVL, Wawali Mor dan Ketua Dewan Van Bone mendengarkan satu per satu tuntutan petugas kebersihan yang dibacakan Ketua DPC FKUI SBSI Kota Manado, Romel Sondakh di pendopo halaman depan Kantor Wali Kota Manado.

Ada 14 poin tututan pendemo, diantaranya soal keterlambatan pembayaran upah. Meminta pemkot meninjau kembali besar upah. Meminta jatah BBM dikembalikan semula karena sejak Januari jatah BBM dikurangi.

Meminta jatah pembelian BBM selama sebulan diberikan awal bulan. Meminta pengembalian uang service dan uang oli serta onderdil dapat dikembalikan saat para sopir memasukan nota kepada bendahara.

Para petugas kebersihan juga meminta agar Pemkot Manado mengikutsertakan dalam program BPJS kesehatan. Juga meminta untuk didaftarkan dalam program BPJS ketenagakerjaan.

Meminta kompensasi kepada pemerintah sesuai UU No. 13 tahgun 2003 tentang ketenagakerjaan terkait petugas kebersihan yang sudah mengabdikan hidup yang sudah belasan tahun maupun puluhan tahun.

Kemudian meminta kepada pemerintah memeberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah setiap minggu atau hari lainnya karena saat ini mereka dipaksa tetap masuk kerja setiap hari ibadah.

Meminta Wali Kota dan Wawali memberikan pembinaan kepada bawahan yang sering mengancam petugas kebersihan dengan kata-kata cukup meresahkan. Selain itu, kotrak kerja mereka diminta dipermanenkan,

Petugas kebersihan yang saat ini berada di bawah kecamatan diminta dikembalikan ke Dinas Lingkungan Hidup serta meminta jam kerja para petugas kebersihan yang saat ini berlaku 40 jam dalam seminggu ditinjau kembali.

“Dengan adanya keluhan ini kami sangat berharap pemerintah kota sesegera mencarikan solusi. Kami bersedia membantu pemerintah kota Manado membahas atas persoalan para petugas kebersihan ini,” tandas Ketua DPC FKUI SBSI Manado, Romel Sondakh. (antoreppy)

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020